TEORI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
“LOPORAN KONSELING INDIVIDUAL”
DOSEN PENGAMPU :
KHOLILAH
DISUSUN OLEH :
SINTA RAHMATIL FADHILAH
(UB 121105)
JURUSAN BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM
FAKULTAS USHULUDDIN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SULTHAN
THAHA SAIFUDDIN
JAMBI
2014
A.
Identitas Klien
Nama : keke (nama
samaran)
Umur : 19 tahun
Jenis kelamin : perempuan
Alamat sekarang : ma’had al-jami’ah
Asal : jambi
Lulusan : MAN
Jurusan : sastra arab
Semester : III (tiga)
B.
Gambaran Klien
Klien adalah seorang yang cantik,
riang, dan energic. Dia adalah anak pertama dari dua bersaudara. Dia dari
keluarga sederhana, dia anak yang cukup pintar dan kreatif.
C. Masalah Klien
Putus asa dengan kedaan yang tak
mengerti dengan pelajaran bahasa arab, dan teman-teman satu kelas seakan acuh
tak acuh. Sehingga ingin berhenti kuliah.
D. Deskripsi masalah
Klien adalah seorang mahasisiwi yang
memilih jurusan yang tidak ia minati, apalagi dia lulusan MAN, yang hanya
sedikit pengetahuan tentang bahasa arab. sehingga sedikit kesulitan dalam
memahami mata kuliah yang dia pilih. Apalagi kondisi teman-tamannya yang kurang
memotivasinya. Dia merasa di alienisaikan oleh temannya. Sehingga motivasi
dalam dirinya pun seakan hilang.
E. Faktor Penyebab Masalah
Dari hasil konseling dengan klien
dapat di simpulkan Masalah yang di alami klien timbul di karenakan beberapa hal
:
a.
Kurangnya pengetahuan klien tentang
bahasa arab
b.
Kurangnya motivasi dari lingkungan
sekitar
c.
Teman-teman yang tidak bersahaja
d.
Tidak berbagi kesedihan dengan
orang-orang terdekatnya
F. Cara Mengenal Orang Yang Mempunyai Maslah
Ketika menemukan klien yang
mengalami putus asa seperti yang saya alami dia biasanya sering mengatakan hal
yang ingin dia lakukan. Seperti klien saya sudah beberapa kali mengatakan “saya
ingin berhenti kuliah”. Dari situ dapat kita lihat bahwa tidak hanya satu
permasalahan yang dia rasakan. Dan dapat juga kita lihat dengan ekspresi
emosinya yang kadang-kdang bersemangat dan kadang murung apabila dia sendirian.
G. Upaya Mengatasi Permasalahan
Setelah tau proses permasalahan yang
di alami klien, jadi kita dapat menarik kesimpulan untuk mengatasi permasalahn
yang di alami klien. Seperti klien saya yang hilang motivasi dalam dirinya. Yah
simple saja. kita sebagai konselor Harus menumbuhkan kembali semangat yang ada dalam
diri klien. Seperti menceritakan tentang sesuatu yang mampu dia bangkit
kembali.
H. Pencegahan
Sebagai upaya pencegahan agar
masalah ini tidak terjadi lagi. Jadi seseorang itu apabila memutus kan untuk
memilih suatu hal, harus yakin dulu. Apakah serasi atau tidak dengan keadaan
seorang tersebut. Dan seorang tersebut juga harus mampu beradaptasi dengan
lingkungan sekitar, agar lingkungan juga simpati dengan kondisi yang kita
alami.
I. Proses Konseling
1.
Proses
konseling pertama
Malam senin, 24 novenber 2013. Pukul 21.00-22.00
Lokasi : di dalam ma’had al-jami’ah
Konselor : hai keke
Klien : iyaa.. (galau)
Kons : duduk sini dulu, muka mu ga enak gitu aku liat.
Klien : aku mau berenti kuliah
Konselor : ha kenapa ?
Klien : ga ada, aku ngerasa bosan aja di ma’ad
kons : bosan kenapa ?
Klien : ga.. aku ga kuat aja
dengan peraturan yang ada..
Kons : aduh, jangan gitu, sia-sia dong perjuangan kita selama 3
semester. Tinggal 1 semester lagi ni. Aku saranin mending kamu batalin aja
rencana mu, sayang beasiswa mu. Tidak hanya kamu yang merasakannya, aku juga
merasakan kok peraturan ini. Tapi Kita disini berjuang bersama. Anggap aja ini
adalah pengorbanan kita menuju sukses.
Klien : iya sih, tapi gimana ya (terlihat memikirkan sesuatu)
kons : tapi kenapa?
Klie : sebenarnya bukan itu aja masalah aku.
Kons : emang masalah kamu apa lagi? Masalah cowo ? atau masalah
dengan keluargamu ?
Klien : bukan..
Kons : cerita aja kita kan teman, kalau kamu pendam sendiri nanti
jadi beban, mungkin aku bisa bantu.
Klien : iya memang berat banget ni rasanya, aku belum pernah cerita
ini ke siapa pun, termasuk orang tuaku, atau pun pacarku
Kons : nah, makanya cerita. Dengan kamu cerita. Beban kamu akan
terasa ringan walaupun hanya dengan cerita
Klien : sebenarnya aku tu ga bisa dengan jurusan yang aku pilih,
aku nggak mampu dengan jurusan sastra arab itu.
Kons : kamu udah pernah minta ajarin dengan temanmu ke ?
Klien : kamu itu ga tau gimana teman aku.
Kons : emang nya gimana, pelit ya ?
Klien : hmmm lebih lagi, kikir banget. Pelajarannya itu nggak
seperti di mahad, yang aku pelajari sekarang itu lebih mendalam, aku mau berenti aja, aku
benar nggak sanggup. Kalau aku tanya sama temen-temen mereka Cuma bilang “ya
seperti itu”.
Kons : kenapa kamu ga pindah jurusan, dari pada berenti kuliah. Aku
siap bantuin kamu.
Klien : susah sin. Aku tu mau nya bahasa inggris, tapi karena bidik
misi ga ada pilihan bahasa inggris, jadinya aku pilih bahasa arab. Waktu milih
jurusan dulu aku tu kan ge ngerti. Bahasa nya itu loh islam banget kaya
jinayah..
Kons : ga kok, kalau kita usaha pasti ada jalan. Iya.. sama aku
juga begitu. Dulu waktu aku mau masuk IAIN aku ga ngerti tu jurusan-jurusan apa
maksudnya. Pas ngeliat ada jurusan yang kaya konseling-konseling nya kaya guru
BK gitu, itu yang aku pilih. Awalnya berat juga. Sama kaya kamu. Tapi aku yakin
itu semua udah ketentuan yang maha Esa.
Klien : jurusan aku ni susah banget sin.
Kons : hmm emang kalau udah
berenti kuliah kamu mau ngapain ? mau nikah ?
Klien : hahaha, ya ga dong.
aku mau kerja, aku udah tanya sama teman ku yang di luar katanya ada penerimaan
pegawai negri, aku mau tes dulu.
Kons : nah itu aja kamu baru mau tes, kalau ga keterima gimana ? pikirin aja lagi, ntar kamu nyesal. Kalau pun
kamu diterima, kerja apalah yang akan kamu dapat sedangkan kamu baru taman
sekolah. Sedangkan kalau mau mapan itu, setidaknya kita harus sarjana dulu.
Lembaga itu nyari orang yang udah ada titlenya.
Klien : aku bingung, tp aku udah coba tetap ga bisa, kalau mata
kuliah yang lain aku si fine fine aja, malah kalau lagi ujian mata kuliah yang
lain , seperti leadership itu malah teman yang lain minta ajarin aku, karena
aku lugu gitu kan, jadinya aku kasih tau aja, sementara giliran ujian pelajar
bahasa arab temen-temen seperti tak kenal aku, bahkan ketika aku panggil mereka
seolah-olah tuli. Trus kalau mau bagi-bagi kelompok, aku di kasi ama yang kaya
aku, yang ga ngerti arab. Trus aku minta ganti, eh malah di cuekin. Giliran
mereka yang pintar-pintar semua. Kalau aku yang lagi persentase ga ada yang
perhatiin. Ga ada yang nannya sama sekali. Sakit.... (menangis)
Kons : hmm aku ngerti apa yang kamu rasain ke. Sakit banget tu
rasanya. Tapi kamu haru tegar.
Klien :iya, ga itu aja mereka itu kalau di dalam kelas seolah-olah
ga kenal aku, seperti dina sahabat ku sendiri, kalau dikelas dia seolah ga
kenal aku. Mereka hanya mau berteman dengan aku kalau bergaul di luar jadwal
kuliah. Kalau didalam kampus aku seolah di asingkan. Apalagi Giliran pelajaran
bahasa arab, kalau dosen nanya, mereka bilang “ipeh tu bu ipeh”. Seolah mereka
melecehkan aku karna aku ga ngerti tu pelajaran. (menangis)
Kons : kok mereka gitu ya. Aku ngerti banget apa yang kamu rasain.
Tapi kamu harus semangat demi masa depan yang indah. Mungkin aja tu teman mu
mau kamu berusaha mandiri.
Kilen : mandiri si mandiri. Tapi kalau begitu ceritanya mana aku
tahan. itu lah yang membuat aku ga mau kuliah lagi, bahkan aku udah cerita sama
ketua jurusan ku, aku bilang “aku mau berenti kuliah karena ga ngerti bahasa
arab bu “, dia Cuma bilang “belajar aja yang tekun, yang lain bisa pasti kamu
bisa juga”.
Kons : nah betul tu kata kajur mu, coba belajar dengan tekun,
buktikan sama mereka yang memandang kamu sebelah mata.
Klien : terus aku gimana ya, aku bingung.
Kons : Coba kamu cerita sama orang tua kamu, mereka adalah tempat
cerita yang akan membuat suasana hatimu akan lebih tenang. Insyaallah apa yang
mereka katakan adalah yang terbaik untukmu.
Klien : hmm, iya deh nanti aku cerita.
Kons : peh sayang banget kalau kamu berenti kuliah, sia-sia
perjungan kamu selama ini, ingat pepatah mengatakan bersakit-sakit dahulu
berenang-renang ketepian bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian. Aku
percaya kamu pasti bisa.
Klien : sin kadang aku juga menangis di kelas tanpa mereka tau,
bahkan aku bikin PM di blackberry aku gambar orang menangis. Kebetulan ada
teman satu kelas aku aku ada kontak dengan BM ku, dia nanyain “kenapa kamu kamu
bikin PM itu peh” aku jawab “ga ada, iseng aja”. Ah mereka pasti tau maksud PM
aku.
Kons : Sebaiknya, itu kamu jadikan motivasi dalam diri kamu peh,
buktikan kepada orang yang telah memandangmu sebelah mata bahwa kamu bisa,
janga kamu jadikan itu semua alat yang akan membuatmu jatuh. yakin lah jika
kamu berusaha semaksimal mungkin kamu pasti bisa. Dan kamu akan lebih awal
sukses di bandingkan mereka. Karena usahamu lebih maksimal dari mereka. Kamu
kenal tomas alva edison kan. Dia bisa terkenal gini karena dia selalu berusaha
mencoba dan mencoba. Seperti hal nya dalam membuat bola lampu. Nyampe berapa
kali itu ya, kalau ga salah seribu kali dia mencoba, yang ke seribu baru dia
berhasil.
Klien : iya sin aku akan mencoba
Kons : ya, kamu pasti bisa. Buktikan itu semua demi orang tuamu.
Klien : (tersenyum)
Kons : ya udah, tidur lagi sana, udah ,malam. Lain kali kita cerita
lagi.
Klien : makasi sin.
2.
Proses
konseling kedua (evaluasi)
Sore
rabu 4 desember 2013
Pukul 17.30 menjelang shalat magrib
Lokasi
: masjid al-jami’ah telanai pura
Klien : sin...
Kons : iya, ada cerita apa ?
Klien : ga ada Cuma rindu aja. (tertawa)
Kons : udah ga ada acara nangis lagi kan.
Klien : wah wah wah
Kons : hahaha, ga kidding keke.
Klien : Oh iya aku udah cerita sama papi mami aku (tersenyum)
Kons : alah gayamu ke, papi mamian segala. Cerita apa tu ?
Klien : masbulo “masalah buat lo”.. (tertawa). Itu loh masalah yang
aku ceritain kemarin.
Kons : oh iya.. trus apa kata mereka ?
Klien : masbulo “masalah buat lo”.. (tertawa). Gaya dikit tak
masalah lah sin. Gini kan aku udah
ceritain tu masalah aku sama mereka. Trus mereka bilang “ipeh itu baru sebantar
hidup, IP(indeks prestasi) juga ga pernah rendah tanggung kalau mau berenti, sebantar
lagi bakalan dapat gelar.”
Kons : tuh kan betul yang aku bilang, ga usah berenti. Betul tu
kata orang tua mu. Jadikan orang tuamu itu sebagai motivasi terbesarmu. Karena
kamu itu harapan mereka, kamu kan anak pertama.
Kons : setelah kamu cerita dengan orang tua mu. Apa kesimpulan mu
ke ?
Klien : aku kuliah aja.
Kons : nah itu baru ike yang aku kenal. Penuh semangat dan riang.
(tersenyum)
Klien : nah sinta, ga usah jujur amat sin. Semua orang juga tau itu
(tertawa). Yuk ke masjid.
J. Kesimpulan
Dari hasil wawancara dan melihat latar belakang klien yang tamatan
man, dapat di simpulkan bahwa klien tidak memiliki motivasi yang ada dalam diri
klien karena beberapa faktor yaitu di antaranya faktor lingkungan dan faktor
experience yang tidak mendukung dengan apa yang klien pilih.
Sehingga untuk menumbuhkan kembali semangat klien, koselorharus
memberikan banyak motivasi akan kesuksesan, ataupun motivasi lain yang dapat
mebuat klien bangkit. Ataupun memberikan cerita-cerita tentang seorang takoh
yang sama hal nya dengan apa yang dia rasakan. Sehingga klien mampu ssetidaknya
sedikit seperti tokoh.
