Selasa, 07 Januari 2014

TEORI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
“LOPORAN KONSELING INDIVIDUAL”



     DOSEN PENGAMPU :
KHOLILAH

DISUSUN OLEH :
SINTA RAHMATIL FADHILAH
(UB 121105)

JURUSAN BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM
FAKULTAS USHULUDDIN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN
JAMBI

2014



A.    Identitas Klien

 Nama : keke (nama samaran)
Umur : 19 tahun
Jenis kelamin : perempuan
Alamat sekarang : ma’had al-jami’ah
Asal : jambi
Lulusan : MAN
Jurusan : sastra arab
Semester : III (tiga)

B.     Gambaran Klien

Klien adalah seorang yang cantik, riang, dan energic. Dia adalah anak pertama dari dua bersaudara. Dia dari keluarga sederhana, dia anak yang cukup pintar dan kreatif.

C.    Masalah Klien

Putus asa dengan kedaan yang tak mengerti dengan pelajaran bahasa arab, dan teman-teman satu kelas seakan acuh tak acuh. Sehingga ingin berhenti kuliah.

D.    Deskripsi masalah

Klien adalah seorang mahasisiwi yang memilih jurusan yang tidak ia minati, apalagi dia lulusan MAN, yang hanya sedikit pengetahuan tentang bahasa arab. sehingga sedikit kesulitan dalam memahami mata kuliah yang dia pilih. Apalagi kondisi teman-tamannya yang kurang memotivasinya. Dia merasa di alienisaikan oleh temannya. Sehingga motivasi dalam dirinya pun seakan hilang.

E.    Faktor Penyebab Masalah

Dari hasil konseling dengan klien dapat di simpulkan Masalah yang di alami klien timbul di karenakan beberapa hal :
a.       Kurangnya pengetahuan klien tentang bahasa arab
b.      Kurangnya motivasi dari lingkungan sekitar
c.       Teman-teman yang tidak bersahaja
d.      Tidak berbagi kesedihan dengan orang-orang terdekatnya

F.     Cara Mengenal Orang Yang Mempunyai Maslah

Ketika menemukan klien yang mengalami putus asa seperti yang saya alami dia biasanya sering mengatakan hal yang ingin dia lakukan. Seperti klien saya sudah beberapa kali mengatakan “saya ingin berhenti kuliah”. Dari situ dapat kita lihat bahwa tidak hanya satu permasalahan yang dia rasakan. Dan dapat juga kita lihat dengan ekspresi emosinya yang kadang-kdang bersemangat dan kadang murung apabila dia sendirian.

G.    Upaya Mengatasi Permasalahan

Setelah tau proses permasalahan yang di alami klien, jadi kita dapat menarik kesimpulan untuk mengatasi permasalahn yang di alami klien. Seperti klien saya yang hilang motivasi dalam dirinya. Yah simple saja. kita sebagai konselor Harus menumbuhkan kembali semangat yang ada dalam diri klien. Seperti menceritakan tentang sesuatu yang mampu dia bangkit kembali.

H.    Pencegahan

Sebagai upaya pencegahan agar masalah ini tidak terjadi lagi. Jadi seseorang itu apabila memutus kan untuk memilih suatu hal, harus yakin dulu. Apakah serasi atau tidak dengan keadaan seorang tersebut. Dan seorang tersebut juga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar, agar lingkungan juga simpati dengan kondisi yang kita alami.

I. Proses Konseling

1.      Proses konseling pertama
Malam senin, 24 novenber 2013. Pukul 21.00-22.00
Lokasi  : di dalam ma’had al-jami’ah
Konselor : hai keke
Klien : iyaa.. (galau)
Kons : duduk sini dulu, muka mu ga enak gitu aku liat.
Klien : aku mau berenti kuliah
Konselor : ha kenapa ?
Klien : ga ada, aku ngerasa bosan aja di ma’ad
kons : bosan kenapa ?
Klien : ga.. aku ga  kuat aja dengan peraturan yang ada..
Kons : aduh, jangan gitu, sia-sia dong perjuangan kita selama 3 semester. Tinggal 1 semester lagi ni. Aku saranin mending kamu batalin aja rencana mu, sayang beasiswa mu. Tidak hanya kamu yang merasakannya, aku juga merasakan kok peraturan ini. Tapi Kita disini berjuang bersama. Anggap aja ini adalah pengorbanan kita menuju sukses.
Klien : iya sih, tapi gimana ya (terlihat memikirkan sesuatu)
kons : tapi kenapa?
Klie : sebenarnya bukan itu aja masalah aku.
Kons : emang masalah kamu apa lagi? Masalah cowo ? atau masalah dengan keluargamu ?
Klien : bukan..
Kons : cerita aja kita kan teman, kalau kamu pendam sendiri nanti jadi beban, mungkin aku bisa bantu.
Klien : iya memang berat banget ni rasanya, aku belum pernah cerita ini ke siapa pun, termasuk orang tuaku, atau pun pacarku
Kons : nah, makanya cerita. Dengan kamu cerita. Beban kamu akan terasa ringan walaupun hanya dengan cerita
Klien : sebenarnya aku tu ga bisa dengan jurusan yang aku pilih, aku nggak mampu dengan jurusan sastra arab itu.
Kons : kamu udah pernah minta ajarin dengan temanmu ke ?
Klien : kamu itu ga tau gimana teman aku.
Kons : emang nya gimana, pelit ya ?
Klien : hmmm lebih lagi, kikir banget. Pelajarannya itu nggak seperti di mahad, yang aku pelajari sekarang  itu lebih mendalam, aku mau berenti aja, aku benar nggak sanggup. Kalau aku tanya sama temen-temen mereka Cuma bilang “ya seperti itu”.
Kons : kenapa kamu ga pindah jurusan, dari pada berenti kuliah. Aku siap bantuin kamu.
Klien : susah sin. Aku tu mau nya bahasa inggris, tapi karena bidik misi ga ada pilihan bahasa inggris, jadinya aku pilih bahasa arab. Waktu milih jurusan dulu aku tu kan ge ngerti. Bahasa nya itu loh islam banget kaya jinayah..
Kons : ga kok, kalau kita usaha pasti ada jalan. Iya.. sama aku juga begitu. Dulu waktu aku mau masuk IAIN aku ga ngerti tu jurusan-jurusan apa maksudnya. Pas ngeliat ada jurusan yang kaya konseling-konseling nya kaya guru BK gitu, itu yang aku pilih. Awalnya berat juga. Sama kaya kamu. Tapi aku yakin itu semua udah ketentuan yang maha Esa.
Klien : jurusan aku ni susah banget sin.
Kons : hmm  emang kalau udah berenti kuliah kamu mau ngapain ? mau nikah ?
Klien :  hahaha, ya ga dong. aku mau kerja, aku udah tanya sama teman ku yang di luar katanya ada penerimaan pegawai negri, aku mau tes dulu.
Kons : nah itu aja kamu baru mau tes, kalau ga keterima gimana ?  pikirin aja lagi, ntar kamu nyesal. Kalau pun kamu diterima, kerja apalah yang akan kamu dapat sedangkan kamu baru taman sekolah. Sedangkan kalau mau mapan itu, setidaknya kita harus sarjana dulu. Lembaga itu nyari orang yang udah ada titlenya.
Klien : aku bingung, tp aku udah coba tetap ga bisa, kalau mata kuliah yang lain aku si fine fine aja, malah kalau lagi ujian mata kuliah yang lain , seperti leadership itu malah teman yang lain minta ajarin aku, karena aku lugu gitu kan, jadinya aku kasih tau aja, sementara giliran ujian pelajar bahasa arab temen-temen seperti tak kenal aku, bahkan ketika aku panggil mereka seolah-olah tuli. Trus kalau mau bagi-bagi kelompok, aku di kasi ama yang kaya aku, yang ga ngerti arab. Trus aku minta ganti, eh malah di cuekin. Giliran mereka yang pintar-pintar semua. Kalau aku yang lagi persentase ga ada yang perhatiin. Ga ada yang nannya sama sekali. Sakit.... (menangis)
Kons : hmm aku ngerti apa yang kamu rasain ke. Sakit banget tu rasanya. Tapi kamu haru tegar.
Klien :iya, ga itu aja mereka itu kalau di dalam kelas seolah-olah ga kenal aku, seperti dina sahabat ku sendiri, kalau dikelas dia seolah ga kenal aku. Mereka hanya mau berteman dengan aku kalau bergaul di luar jadwal kuliah. Kalau didalam kampus aku seolah di asingkan. Apalagi Giliran pelajaran bahasa arab, kalau dosen nanya, mereka bilang “ipeh tu bu ipeh”. Seolah mereka melecehkan aku karna aku ga ngerti tu pelajaran. (menangis)
Kons : kok mereka gitu ya. Aku ngerti banget apa yang kamu rasain. Tapi kamu harus semangat demi masa depan yang indah. Mungkin aja tu teman mu mau kamu berusaha mandiri.
Kilen : mandiri si mandiri. Tapi kalau begitu ceritanya mana aku tahan. itu lah yang membuat aku ga mau kuliah lagi, bahkan aku udah cerita sama ketua jurusan ku, aku bilang “aku mau berenti kuliah karena ga ngerti bahasa arab bu “, dia Cuma bilang “belajar aja yang tekun, yang lain bisa pasti kamu bisa juga”.
Kons : nah betul tu kata kajur mu, coba belajar dengan tekun, buktikan sama mereka yang memandang kamu sebelah mata.
Klien : terus aku gimana ya, aku bingung.
Kons : Coba kamu cerita sama orang tua kamu, mereka adalah tempat cerita yang akan membuat suasana hatimu akan lebih tenang. Insyaallah apa yang mereka katakan adalah yang terbaik untukmu.
Klien : hmm, iya deh nanti aku cerita.
Kons : peh sayang banget kalau kamu berenti kuliah, sia-sia perjungan kamu selama ini, ingat pepatah mengatakan bersakit-sakit dahulu berenang-renang ketepian bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian. Aku percaya kamu pasti bisa.
Klien : sin kadang aku juga menangis di kelas tanpa mereka tau, bahkan aku bikin PM di blackberry aku gambar orang menangis. Kebetulan ada teman satu kelas aku aku ada kontak dengan BM ku, dia nanyain “kenapa kamu kamu bikin PM itu peh” aku jawab “ga ada, iseng aja”. Ah mereka pasti tau maksud PM aku.
Kons : Sebaiknya, itu kamu jadikan motivasi dalam diri kamu peh, buktikan kepada orang yang telah memandangmu sebelah mata bahwa kamu bisa, janga kamu jadikan itu semua alat yang akan membuatmu jatuh. yakin lah jika kamu berusaha semaksimal mungkin kamu pasti bisa. Dan kamu akan lebih awal sukses di bandingkan mereka. Karena usahamu lebih maksimal dari mereka. Kamu kenal tomas alva edison kan. Dia bisa terkenal gini karena dia selalu berusaha mencoba dan mencoba. Seperti hal nya dalam membuat bola lampu. Nyampe berapa kali itu ya, kalau ga salah seribu kali dia mencoba, yang ke seribu baru dia berhasil.
Klien : iya sin aku akan mencoba
Kons : ya, kamu pasti bisa. Buktikan itu semua demi orang tuamu.
Klien : (tersenyum)
Kons : ya udah, tidur lagi sana, udah ,malam. Lain kali kita cerita lagi.
Klien : makasi sin.

2.      Proses konseling kedua (evaluasi)
Sore rabu 4 desember 2013
Pukul 17.30 menjelang shalat magrib
Lokasi : masjid al-jami’ah telanai pura
Klien : sin...
Kons : iya, ada cerita apa ?
Klien : ga ada Cuma rindu aja. (tertawa)
Kons : udah ga ada acara nangis lagi kan.
Klien : wah wah wah
Kons : hahaha, ga kidding keke.
Klien : Oh iya aku udah cerita sama papi mami aku (tersenyum)
Kons : alah gayamu ke, papi mamian segala. Cerita apa tu ?
Klien : masbulo “masalah buat lo”.. (tertawa). Itu loh masalah yang aku ceritain kemarin.
Kons : oh iya.. trus apa kata mereka ?
Klien : masbulo “masalah buat lo”.. (tertawa). Gaya dikit tak masalah lah sin.  Gini kan aku udah ceritain tu masalah aku sama mereka. Trus mereka bilang “ipeh itu baru sebantar hidup, IP(indeks prestasi) juga ga pernah rendah tanggung kalau mau berenti, sebantar lagi bakalan dapat gelar.”
Kons : tuh kan betul yang aku bilang, ga usah berenti. Betul tu kata orang tua mu. Jadikan orang tuamu itu sebagai motivasi terbesarmu. Karena kamu itu harapan mereka, kamu kan anak pertama.
Kons : setelah kamu cerita dengan orang tua mu. Apa kesimpulan mu ke ?
Klien : aku kuliah aja.
Kons : nah itu baru ike yang aku kenal. Penuh semangat dan riang. (tersenyum)
Klien : nah sinta, ga usah jujur amat sin. Semua orang juga tau itu (tertawa). Yuk ke masjid.

J. Kesimpulan
            Dari hasil wawancara dan melihat latar belakang klien yang tamatan man, dapat di simpulkan bahwa klien tidak memiliki motivasi yang ada dalam diri klien karena beberapa faktor yaitu di antaranya faktor lingkungan dan faktor experience yang tidak mendukung dengan apa yang klien pilih.
Sehingga untuk menumbuhkan kembali semangat klien, koselorharus memberikan banyak motivasi akan kesuksesan, ataupun motivasi lain yang dapat mebuat klien bangkit. Ataupun memberikan cerita-cerita tentang seorang takoh yang sama hal nya dengan apa yang dia rasakan. Sehingga klien mampu ssetidaknya sedikit seperti tokoh.